
Tangis ibu pertiwi
aku bukan dia
dan aku pun bukan kamu
apalagi mereka
makhluk bagai setan
menodai keindahan
merampas kesucian
mereka awal dari kesalahan
kau tak tahu
mengapa matahari di ciptakan
bintang di kelipkan
dan tanaman di tumbuhkan
kini hidup bagai mimpi
setelah merebut hartaku yang suci
dulu hijau duniaku bagai lumut
lebih berharga dari emas
apalagi kau menilainya dengan uang
tapi ini salahku dan mereka
surga yang dulu penuh kilau berlian biru
kini hilang termakan nafsu diriku
ini memang salahku
jika nanti anak cucuku tak tahu adanya berlian itu
tanpa kilaunya bumi bagai gurun pasir semu
tak ada benda yang dapat mengerlipkan cahayanya
bahkan jika ku keluarkan uang untuk melakukannya
air dulu tak berharga
karna kami tak tahu harganya
tapi kini tak ada lautan biru
hanya padang tandus, sepi, dan sayu
pembunuhan karena sebotol air wajar di telingaku
kanker kulit jadi penyakit tak terelakkan bagi ku
setelah ozon yang menipis telah habis
takkan ada lagi HIV/AIDS
karena takkan ada wanita cantik
yang dapat bangkitkan nafsu tak baik
rambut tak tumbuh di kulit hinaku ini
kupikir ini kiamat
atau hanya pertanda
ingin kutanya pada rumput yang bergoyang
tapi akankah ku temui 1 akar rumput di bumi pertiwi
hanya aku yang hina
karena aku mahluk terlena...
asto (X4)